.:: Sederhana bukan berarti tidak sempurna ::.

Wednesday, August 04, 2010

hadits qudsiy

Assalamu'alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh...

kita sering mendengar lafadz "inni 'inda zhonni 'abdiy" (sesungguhnya Aku sesuai prasangka hamba Ku) - Hadist Qudsiy
namun apa sih sebenernya hadist qudsiy itu ?
yuk kita bahas disini.....mudah-mudahan bermanfaat.....

Hadist Qudsiy

Definisi

Secara bahasa (Etimologis), kata القدسي dinisbahkan kepada kata القدس (suci). Artinya, hadits yang dinisbahkan kepada Dzat yang Maha suci, yaitu Allah Ta'ala.
Dan secara istilah (terminologis) definisinya adalah

ما نقل إلينا عن النبي صلى الله عليه وسلم مع إسناده إياه إلى ربه عز وجل

Sesuatu (hadits) yang dinukil kepada kita dari Nabi Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam yang disandarkan beliau kepada Rabb-nya.

Perbedaan Antara Hadîts Qudsiy Dan al-Qur`an

Terdapat perbedaan yang banyak sekali antara keduanya, diantaranya adalah:

* Bahwa lafazh dan makna al-Qur`an berasal dari Allah Ta'ala sedangkan Hadîts Qudsiy tidak demikian, alias maknanya berasal dari Allah Ta'ala namun lafazhnya berasal dari Nabi Shallallahu 'alaihi Wa Sallam.

* Bahwa membaca al-Qur`an merupakan ibadah sedangkan Hadîts Qudsiy tidak demikian.

* Syarat validitas al-Qur'an adalah at-Tawaatur (bersifat mutawatir) sedangkan Hadits Qudsiy tidak demikian.

Jumlah Hadîts-Hadîts Qudsiy

Dibandingkan dengan jumlah hadits-hadits Nabi, maka Hadîts Qudsiy bisa dibilang tidak banyak. Jumlahnya lebih sedikit dari 200 hadits.

Contoh

Hadits yang diriwayatkan Imam Muslim di dalam kitab Shahîh-nya dari Abu Dzarr radliyallâhu 'anhu dari Nabi Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam pada apa yang diriwayatkan beliau dari Allah Ta'ala bahwasanya Dia berfirman,

يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلاَ تَظَالَمُوْا

"Wahai para hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan perbuatan zhalim atas diri-Ku dan menjadikannya diantara kamu diharamkan, maka janganlah kamu saling menzhalimi (satu sama lain)." (HR.Muslim)

Lafazh-Lafazh Periwayatannya

Bagi orang yang meriwayatkan Hadîts Qudsiy, maka dia dapat menggunakan salah satu dari dua lafazh-lafazh periwayatannya:

1. قال رسول الله صلى الله عليه وسلم فيما يرويه عن ربه عز وجل

Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam pada apa yang diriwayatkannya dari Rabb-nya 'Azza Wa Jalla

2. قال الله تعالى، فيما رواه عنه رسول الله صلى الله عليه وسلم

Allah Ta'ala berfirman, pada apa yang diriwayatkan Rasulullah Shallallâhu 'alaihi Wa Sallam dari-Nya

Buku Mengenai Hadîts Qudsiy

Diantara buku yang paling masyhur mengenai Hadîts Qudsiy adalah kitab
الاتحافات السنية بالأحاديث القدسية (al-Ithaafaat as-Saniyyah Bi al-Ahaadiyts al-Qudsiyyah) karya 'Abdur Ra`uf al-Munawiy. Di dalam buku ini terkoleksi 272 buah hadits.

(SUMBER: Buku Taysiyr Musthalah al-Hadîts, karya DR.Mahmud ath-Thahhan, h.127-128)

wassalamu'alaykum wa rahmatullahi wa barakaatuh

Monday, May 15, 2006

Aku mencintaimu dengan sederhana . . .

sebuah syair yang terangkai antara karakter aq dan karakter aq dalam dindaku . . .

Dinda Ghifari:

saat ku memastikan diri
untuk menjadi pendampingmu yang abadi,
aku telah belajar.....
mencoba mengerti......
kuterima kesederhanaanmu,
walau yang kuinginkan lebih,
namun kutekan, aku harus bersyukur.....
meski sulit bagiku,
untuk membuatmu tersenyum,
namun kucoba, agar kau tak lagi resah..
tak perlu menangis, tak perlu bersedih..
tak perlu ku lakukan itu.....
kau memberiku cinta yang sederhana...
maka aku pun akan tetap sederhana...
hadapi saja.......

Abang Ghifari:

aku nyaris kehabisan kata
saat kau mengucapkan semuanya,
hanya mampu pandangi
untaian kalimat yang menyentuh
hati......
..........................
kupejamkan mata ini,
menghela nafas mengusir hening....
setengah berbisik, terima kasih....
kau menyanjung ku,
semoga esok kau tak mencaciku....
kau menerima ku,
semoga lusa kau tak menampikku.....
sebab esok atau lusa,
aku mungkin mendua.....
namun,
aku sayang...saat-saat masih kau sayang....
itulah makna kesederhanaan ku...
............................

Tuesday, May 09, 2006

ke indramayu yang penuh perjuangan dan haha hihi (bag.1)

Sedikit cerita tentang perjalan ke Indramayu tanggal 6 Mei 2006 kemarin, dalam rangka menghadiri pernikahan rekan kami, Hakeem.

- malem2 diculik dari persembunyian oleh napster dan gerombolan si beratnya Gubraks!

- sampe tempat idrus bareng aqie. waktu sebelum turun dari mobil, ngeliatin si idrus yang dengan nyawa masih setengah, jalan menghampiri mobil napster udah cemas aja tuh ngeliatnya
"yah . . . yah . . . nyebur deh ke got . . ." Ngikik..

- turun dari mobil, bareng aqie yang sepanjang perjalanan dari Cililitan ke tempat idrus molor, padahal mau disuruh ganti shift jadi patung Pancoran tuh (bikin malu juventini nih Gubraks!)

- sampe tempat idrus, melihat: its a plane?? no . . . its a bird?? no . . . its supermod Yiiihaaaa! supermod kita yang sudah terbaring pasrah disamping pasangannya Samsu. (cukup romantis juga lho posenya waktu itu Ngikik..)

- samsu kebangun, pengen ngobrol bareng, eh tapi nyawanya belum ke loading, walhasil tumbang lagi dia di alas romantisme nya idrus. Tersipu

- aqie2 ngeliat kasur bagai ngeliat tanah surga . . . langsung di cium tuh kasur sampe terbuai ke alam ngimpi, sementara me bertugas memperkosa si idrus biar gak tumbang juga Yiiihaaaa!

- jam tepat menunjukkan 04.00 waktu kamar idrus, me siap2 mulai kegiatan mandi, disusul berturut2 Idrus, kang Samsu, kang hasan, dan terakhir si Aqie, yang kagak bakalan bangun kalo nggak di cabut dulu bulu kakinya Ngakak

- abis mandi ini sempat terjadi diskusi alot antara me, kang hasan dan aqie. diskusinya: mau mulai pake kostum kondangan dari abis mandi apa nanti aja pas di lokasi Yiiihaaaa! akhirnya dengan sedikit mata genit, pada ikutan ane deh makenya pas nanti kalo dah sampe di lokasi acara Tersipu

- azan subuh udah berkumandang, idrus masih sibuk bikin roti, nyiapin teh manis. tapi lagi2 kita diskusi, ke mesjidnya mau sekalian bawa tas apa tasnya ditinggal dikamar idrus? hehehe, lagi2 dengan mata genit nan penuh rayuan, akhirnya ke mesjid pun langsung bawa tas. Roti dan teh manisnya? atas kolaborasi inisiatip idrus dan aqie, dibungkuslah roti2 ituh Melettttttt

- usai sholat, nunggu sebentar di teras mesjid, 2 menit kemudian muncul kijang yang memang tiada tanduknya. eitsss, ntar dulu, ada yang berbeda nih dari penumpang sebelumnya . . .
begitu kami mendekati mobil, tiba2 keluar dari pintu tengah sosok yang tinggi besar dan gelap "apa iya ada penampakan setelah shubuh gini? dalam batin bertanya"

- setelah beberapa menit menunggu sang driver dan kembar siamnya sholat, akhirnya mulai atur posisi masing2 menempati jatah kursi di mobil.

- mulai deh berangkat . . . perjalanan selanjutnya menuju ke kramat jati (heran, mau sarapan aja koq mesti jauh2 banget sih Gubraks! Peace ahhh!). sampe senopati, sang driver ragu apakah kami sudah berada pada jalan yang benar? padahal dah berkali2 diyakinkan bahwa ini sudah benar, tapi masih ragu aja Gubraks! akhirnya muter balik deh, dan masuk ke dalam perumahan di daerah senopati.

- mampir sebentar ke mart, dari kejauhan, napster terlihat seperti pelanggan yang mencurigakan . . . sementara kang hasan dengan mata berbinar2 berharap akan diambilkan "Guinness" oleh napster Yiiihaaaa! tapi sayang, kasih tak sampai Senyum simpul

- selesai belanja, lanjut lagi perjalanan. dan, masih termasuk golongan tersesat nih rombongan Yiiihaaaa! rencana lewat gedung BEJ sampe tembus2nya di belakang kantor pajak GatSub, eh gak taunya komplek rumah orang di kiderin Tersipu tapi alhamdulillah, karena mengamalkan alfatihah akhirnya ditunjukkin juga jalan yang lurus Peace ahhh!

- sepanjang jalan perjalanan di Gatsub, rombongan menikmati banget suasana pagi2 di jakarta (maklum, kita bareng turis lokal sih, Aqie2) ngeliat plang iklan sabun Lux dengan slogannya "tercipta untuk wanita" yang ditunjukkin oleh kang hasan, salah seorang dari rombongan nyletuk: kalo GhiF (ane mah tercipta untuk disayangin ajah Tersipu)?

- sampe pada pancoran, ngeliat si Aqie2 yang seger ceria,
+ Qie? udah seger nih?
- aqie2: udah
+ ohw, kalo gitu gantian shift tuh ama patung pancoran Yiiihaaaa! kesian dia, semalem gak ada yang gantiin gara2 aqie2 molor Yiiihaaaa!
- aqie2: Gubraks!

- dan perjalanan terus berlanjut sampe gak sadar terjebak macet dipinggir pantai pasar yang banyak penjual ikannya. kebetean terus berlanjut gara2 macet sampe ada korban sasaran celaan myqers di dalem kijang Yiiihaaaa! ngeliat ada punk yang patuh sama emak, di suruh ke pasar mau ajah Ngikik..
tapi sayang tuh Punk, rambut sih boleh pirang, tapi nyium bau amis aja dah muntah2 Senyum simpul Ngikik.. Senyum simpul

(jeda iklan dulu. note, yang diceritain di atas tuh baru rentang waktu dari jam 3.00 - 6.00 pagi)

Saturday, April 15, 2006

1000 burung kertas.........

Sewaktu boy dan girl baru pacaran, boy melipat 1000 burung kertas buat girl, menggantungkannya di dlm kamar girl. Boy mengatakan, 1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya. Waktu itu, girl dan boy setiap detik selalu merasakan betapa indahnya cinta mereka b'dua....

Tetapi pada suatu saat, girl mulai menjauhi boy. Girl memutuskan untuk menikah dan pergi ke Perancis, ke Paris tempat yang dia impikan di dalam mimpinya berkali2 itu!!

Sewaktu girl mau mutusin boy, girl bilang sama boy, kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa..... Menikah bagi cewek adalah kehidupan kedua kalinya!! Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik. Kamu terlalu miskin, sungguh aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah menikah...!!

Setelah Girl pergi, Boy bekerja keras, dia pernah menjual koran, menjadi karyawan sementara, bisnis kecil, setiap pekerjaan dia kerjakan dengan sangat baik dan tekun.

Sudah lewat beberapa tahun... Karena pertolongan teman dan kerja kerasnya, akhirnya dia mempunyai sebuah perusahaan. Dia sudah kaya, tetapi hatinya masih tertuju pada Girl, dia masih tidak dapat melupakannya.

Pada suatu hari, waktu itu hujan, Boy dari mobilnya melihat sepasang orang tua berjalan sangat pelan di depan. Dia mengenali mereka, mereka adalah orang tua Girl..

Dia ingin mereka lihat kalau sekarang dia tidak hanya mempunyai mobil pribadi, tetapi juga mempunyai Vila dan perusahaan sendiri, ingin mereka tahu kalau dia bukan seorang yang miskin lagi, dia sekarang adalah seorang Bos. Boy mengendarai mobilnya sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang tua tsb.

Hujan terus turun, tanpa henti, biarpun kedua org tua itu memakai payung, tetapi badan mereka tetap basah karena hujan. Sewaktu mereka sampai tempat tujuan, Boy tercegang oleh apa yang ada di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman. Dia melihat di atas papan nisan Girl tersenyum sangat manis terhadapnya.

Di samping makamnya yang kecil, tergantung burung2 kertas yang dibuatkan Boy, dalam hujan burung2 kertas itu terlihat begitu hidup.

Org tua Girl memberitahu Boy, Girl tidak pergi ke paris, Girl terserang kanker, Girl pergi ke alam lain. Girl ingin Boy menjadi orang, mempunyai keluarga yang harmonis, maka dengan terpaksa berbuat demikian terhadap Boy dulu. Girl bilang dia sangat mengerti Boy, dia percaya kalau Boy pasti akan berhasil.

Girl mengatakan, kalau pada suatu hari Boy akan datang ke makamnya dan berharap dia membawakan beberapa burung kertas buatnya lagi. Boy langsung berlutut, berlutut di depan makam Girl, menangis dengan begitu sedihnya. Hujan pada hari itu terasa tidak akan berhenti, membasahi sekujur tubuh Boy.

Boy teringat senyum manis Girl yang begitu manis dan polos, mengingat semua itu, hatinya mulai meneteskan darah...

Sewaktu Orang tua ini keluar dari pemakaman, mereka melihat kalau Boy sudah membukakan pintu mobil untuk mereka. Lagu sedih terdengar dari dalam mobil tersebut.

"Hatiku tidak pernah menyesal, semuanya hanya untukmu 1000 burung kertas, 1000 ketulusan hatiku, beterbangan di dalam angin menginginkan bintang yang lebat besebaran di langit, melewati sungai perak, apakah aku bisa bertemu denganmu? Tidak takut berapapun jauhnya, hanya ingin sekarang langsung berlari ke sampingmu. Masa lalu seperti asap, hilang dan tak kan kembali, menambah kerinduan di hatiku. Bagaimanapun dicari, jodoh kehidupan ini pasti tidak akan berubah.."


Tuesday, April 11, 2006

Bunuh akhir diri

Darah di hati Ghif yang tercabik, sudah mulai membeku. Sekaligus membekukan harapan dan nalarnya.

Kini dia hanya bisa menangis tanpa air mata, tertawa tanpa suara. Sampai akhirnya Ghif dan Ihsan kembali bertemu berteduh dari hujan petir di pendopo tua.

“Gue sedih, gak tahan, mau mati aja”, Ghif memulai percakapan sambil setengah berbaring di bantal besar berwarna orens.

“Yakin lo abis mati bakal happy? Gue gak mau pas lo mati, malah tambah sedih. Ntar jangan jangan lo curhat ke gue pengen hidup lagi…. Kan serem?!

Dengan memakai logika yang terbatas, kita sering sok tahu menalarkan perasaan manusia yang dicabut ajalnya..

“Hidup udah terlalu absurd buat gue. Kayanya gue udah gak bisa nerima dunia lagi. “
“Terima dunia apa adanya deh.. Ngomong-ngomong, apa sih yang ada di benak lo kalo lo mati?”
“Mmh…. ringan, terlepas dari segala macam beban, kesedihan, dan rasa sakit”
“Heran , giliran buat mati aja, lo punya fikiran positif! Giliran mikirin hidup, negatif terus..”

Tapi benarkah beban, kesedihan dan rasa sakit tersebut akan hilang?

Atau jangan-jangan malah akan berlipat-lipat?

Akankah kita diberi tempat kebahagiaan di akhirat yang abadi nanti?

Bila ternyata kita hanya akan tetap mendapatkan kesedihan, beban, dan rasa sakit di akhirat, apakah nanti akan ada lagi perasaan ingin bunuh diri?

Katanya sekali orang bunuh diri, bakal terus punya kecendrungan yang sama?

(Sekali lagi) Akhirat kan tanpa akhir…?



Titip sedikit ruang saya untuk disana,

Tidak apa-apa tidak sebagus yang dibayangkan,

Asal bisa bahagia dan nyaman bersamaMu,

Bukan bersama hal-hal yang membuat saya menderita..

-- just a dialog between me and my heart --

Wednesday, July 20, 2005

Jagalah pandangan......

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh,

Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa maksiat itu semuanya racun, penyebab sakit dan binasanya hati. Maka tundukkanlah pandanganmu, jangan kau umbar pada yang diharamkan, karena ini adalah kemaksiatan.

Saudaraku, sesungguhnya kemaksiatan itu dapat menjadikan hatimu kotor, maka bersihkanlah hatimu dengan menjaga pandangan dan sibukkanlah dirimu untuk memperbaiki hatimu, agar terpancar dari hatimu akhlaq yang mulia dan tercapai apa yang kau rindukan yaitu manisnya iman.

Allah Taala telah berfirman : "Katakanlah kepada laki-laki yang beriman, Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya", yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita beriman "Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya." (QS. An-Nuur : 30-31). Abu Bakr Al-Jazairi mengenai ayat diatas berkata : "Hendaknyalah mereka menahan pandangannya sehingga tidak melihat kepada wanita yang tidak halal
baginya." Larangan ini juga berlaku bagi wanita yaitu haram memandang laki-laki yang tidak halal baginya.

Pada ayat ini Allah memulai perintah-Nya dengan menahan pandangan sebelum perintah menjaga kemaluan, karena pandangan itu petunjuk bagi hati, sebagaimana demam yang tinggi petunjuk bagi kematian. Rasulullah telah memperingatkan hal ini melalui riwayat Ibnu Abbas : "Fadl bin Abbas membonceng Rasulullah pada waktu Haji Wada, maka datanglah wanita dari (bangsa) Khatsam maka mulailah Fadl melihat kepadanya dan dia (wanita itu) mulai melihat kepadanya (Fadl) dan Nabipun memalingkan muka Fadl ke arah lain" (Muttafaq alaih lafadz Bukhari).

Ibnu Bathal mengatakan bahwa hadits ini mengandung perintah untuk menahan pandangan karena dikhawatirkan fitnah. Begitu pula sabda Rasulullah kepada Ali bin Abi Thalib : "Hai Ali, jangan sampai pandangan yang pertama diikuti dengan pandangan yang lain, karena pandangan yang pertama itu untukmu dan yang terakhir (berikutnya) itu
bukan untukmu." (dikeluarkan oleh AL-Hakim dan Ahmad dari jalan Hamid bin Salamah, berkata Al-Albany : Hadits hasan).

Dari Abu Said AL-Khudri berkata : Rasulullah bersabda : "Jauhilah duduk-duduk di jalan !" Mereka (para sahabat) berkata, Ya Rasulullah, kami terpaksa perlu tempat duduk untuk berbincang-bincang. Maka Nabi bersabda :
"Jika kalian enggan, maka berilah (jalan itu) haknya." Mereka berkata, Apa hak jalan itu ? Beliau bersabda : "Menundukkan pandangan, menahan sesuatu yang menyakitkan (tidak mengganggu orang yang sedang lewat), membalas salam dan memerintahkan kepada yang maruf dan mencegah dari kemungkaran." (HR. Bukhari, Muslim, Abu Daud).

Saudaraku, demikianlah peringatan Allah dan Rasul-Nya yang wajib kita kita yakini dan amalkan, karena barangsiapa yang berani melawan perintah Allah dan Rasul-Nya, nerakalah tempatnya, sebagaimana firmannya : "Dan barangsiapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya baginyalah neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya." (QS. Al-Jin : 23).

Sudah jelas bagi kita bahwa Allah dan Rasul-Nya melarang kita untuk mengumbar pandangan. Saudaraku, segala peristiwa dan petaka itu bermula dari pandangan, maka jaga dan hati-hatilah.

Ibnul Qayyim telah menuturkan bahwa secara umum segala kejadian yang menimpa manusia bersumber dari pandangan, karena pandangan itu melahirkan bahaya, kemudian bahaya itu melahirkan pikiran, pikiran melahirkan syahwat, kemudian syahwat itu melahirkan keinginan, kemudian semakin kuat dan terjadilah perbuatan dan pasti tidak akan ada penahan yang dapat membendungnya.

Karena itu dikatakan : Bersabar untuk menahan pandangan itu lebih mudah daripada sabar atas sakit yang terjadi sesudahnya. Beliau juga menerangkan bahwa diantara bahaya pandangan adalah kerugian, keluhan dan percikan api.

Saudaraku, hendaklah kita takut kepada Allah, karena Dia Maha Meliputi segala sesuatu. Dia-pun mengetahui kerdipan mata yang berkhianat dan bisikan hati. Allah telah berfirman : "Dia mengetahui khianatnya mata dan apa yang tersembunyi dalam hati." (QS. Ghafir : 19).

Saudaraku, hanyalah pandangan yang diizinkan yaitu pandangan kepada yang halal, memandang mahram dan pandangan (nadhar) seorang laki-laki kepada wanita yang hendak dipinangnya, sebagaimana dalam hadits dari Jabir,
Rasulullah bersabda : "Apabila seorang daripada kamu meminang seorang wanita, maka kalau ia dapat melihat kepada apa yang menarik untuk menikahinya, hendaklah ia lakukan." (HR. Ahmad).

Begitu pula sebuah hadits dari Abu Hurairah behwasannya Rasulullah telah berkata kepada laki-laki yang hendak menikahi seorang wanita : "Sudah engkau lihat dia ?" Lelaki itu menjawab : Belum. Sabda beliau : "Pergi dan lihatlah !" (HR. Muslim).

Saudariku, mengumbar pandangan kepada yang diharamkan Allah adalah kemaksiatan yang harus kita jauhi. Ibnu Qayyim menasehatkan bahwa kemaksiatan yang satu dapat melahirkan kemaksiatan yang lain, dan kemaksiatan itu bisa melemahkan dan menutup/menggelapkan hati, serta dapat merusak akal.

Semoga Allah menjaga kita dari segala perbuatan maksiat. Amin.

wallahul musta'an wa 'a'lamu bishowab...

wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh

Ghif

Kepada penghafal Al-Quran....

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh,

Saudaraku penghapal Al-quran..

Ini adalah harta simpanan yang Allah percayakan disimpan didalam dadamu, dan ini adalah kedudukan yang Allah pilihkan atasmu untuk menempatinya, dan ini adalah kemuliaan yang engkau raih dimana pada hakikatnya adalah tanggung jawab yang dibebankan pada pundakmu, amanat yang wajib atasmu menunaikannya. Maka selayaknya atasmu memuliakan Al-qur`an dalam dadamu dan menjaga dirimu dari penghambaan terhadap ahli dunia. Juga wajib engkau melazimi perilaku tawadhu, tenang, serta berwibawa. Hati-hatilah dari kesombongan dan takabbur tatkala engkau mendengar pujian manusia atasmu. Maka ketahuilah bahwasannya riya dapat meluluh-lantakkan amal-amal shalihmu. Bersemangatlah dalam melaksanakan kebaikan serta menjauhi maksiat maupun syubhat.

Berkata Abdullah bin Mas'ud radhiallahu'anhu: "Adalah selayaknya bagi para penghapal Qur`an terbedakan saat malamnya ketika manusia terlelap, tatkala siangnya ketika manusia berbuka, tatkala sedihnya ketika manusia bergembira, tatkala menangisnya ketika manusia tertawa, tatkala diamnya ketika manusia banyak bicara, dan dengan kekhusyuannya ketika manusia lalai"

Dari Alhasan Bashri rahimahulloh: "Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian menganggap Al-quran sebagai kumpulan surat dari Rabb mereka, oleh karenanya mereka mentadabburinya disaat malam serta mengamalkannya di siang hari."

Dari Fudhoil bin `iyadh rahimahulloh: "Pembawa (penghapal) al-quran adalah pembawa panji Islam, tidak selayaknya dia bergurau bersama orang-orang yang bergurau, tidak lupa bersama orang-orang yang lupa, serta tidak banyak cakap bersama orang-orang yang banyak cakap, sebagai pemuliaan terhadap haqnya Al-quran"

Pertama dari apa-apa yang seharusnya bagi penghapal Quran adalah bertakwa kepada Allah dalam semua keadaan, bersikap waro' dalam makan, minum, pakaian, serta perilakunya, tanggap terhadap zaman dan kerusakan penduduk dunia. Maka dia memperingatkan mereka dalam beragama, menjaga lisan, terbedakan didalam bicaranya, sedikit dari berlebihan pada apa-apa yang tak bermanfaat, sangat takut akan lisannya lebih takut dari pada musuhnya, mawas diri dari hawa nafsu yang dapat membuat Allah murka, bergumul dengan Quran untuk mendidik jiwa yang dengannya cita-citanya adalah dapat paham terhadap apa-apa yang Allah kabarkan dari ketaatan dan menjauhi maksiat.

Bukanlah cita-citanya: Kapan aku mengkhatamkan surat ini? Cita-citanya adalah: Kapan aku merasa cukup hanya dengan Allah bukan selainnya? Kapan aku menjadi orang bertakwa? Kapan aku menjadi orang yang berbuat ihsan? Kapan aku menjadi orang yang bertawakkal? Kapan aku khusyu beribadah?, Kapan aku bertaubat dari dosa-sosa? Kapan aku bersyukur atas segala nikmat ini? Kapan aku paham dari apa yang aku baca?, kapan aku malu kepada Allah dengan malu yang sebenarnya? Kapan aku menyibukkan mataku dengan Quran? Kapan aku perbaiki kejelekan-kejelekan urusanku? Kapan aku mengoreksi diri? Kapan aku membekali diri untuk kehidupan setelah mati di akhirat kelak?

Seorang mukmin yang berakal tatkala membaca Al-quran maka alquran itu bagaikan cermin di matanya sehingga dia bisa melihat apa yang bagus atau jelek dari perilakunya, maka apa-apa yang Allah peringatkan, dia merasa diperingatkan dan apa-apa yang Allah ancamkan dari siksa, dia merasa takut. Maka orang yang memiliki sifat seperti ini atau paling tidak dekat dengan sifat tersebut, maka Alquran akan menjadi saksi serta memberinya syafaat.

(Dinukil dari kitab "Warottilil qur`ana tartiila, Washoya wa Tanbihaat fit Tilawati wal Hifdzi wal Muroja`ati" dengan pengurangan dan perubahan sedikit)

wallahul musta'an wa 'a'lamu bishowab

wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh


~=<( Abu Fauzan Muhammad Ihsan Ghifari )>=~

Istiqomahlah..!!

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh

Ikhwan Fillah….

Sesungguhnya Iman itu senantiasa bertambah dan berkurang. Dan ketika iman kita berkurang, kita mudah untuk menyimpang dari Shiratal Mustaqim, sehingga Rasulullah menyatakan : “Sesunguhnya setiap amalan itu ada masa semangatnya dan setiap masa semangat itu pasti ada masa jenuhnya. Barang siapa yang masa kejenuhannya ia kembali kepada sunnahku maka telah mendapat petunjuk, barang siapa yang masa jenuhnya menyebabkan ia berpaling dari sunnahku maka telah binasa.”

Oleh sebab itu hendaknya kita menjaga diri kita dari kebinasaan. Ketahuilah bahwa musuh-musuh Islam dan musuh Ahlus Sunnah senantiasa berusaha untuk menggelincirkan kita dari Al-Haq, mereka senantiasa mengintai dan mencari kesempatan untuk menggoda dan menyesatkan kita. Tidakkah kalian ingat kisah Ka’ab bin Malik Radhiallaahu’anhu yang diboikot oleh Rasulullaah dan Sahabatnya. Beliau digoda oleh musuh Rasulullah, Raja Ghasan. Ia dikirimi sebuah risalah oleh Raja Ghasan : “telah sampai kepadaku bahwa sahabatmu telah bersikap keras terhadapmu….., marilah bergabung bersama kami, kami akan memberikan keluasan kepadamu.”

Lihatlah bagaimana seorang sahabat yang mulia digoda untuk digelincirkan dari Shiratal Mustaqim. Oleh sebab itu marilah kita jaga diri kita dari godaan Syetan dengan menghadiri majelis-majelis ilmu.

Ketahuilah diantara sebab bertambahnya Iman adalah dengan mendatangi majelis ilmu dan berkumpul dengan orang shalih. Dan diantara sebab turunnya iman dan sesatnya seseorang adalah ketika ia menjauhi majelis ilmu dan menjauh dari Ahlus Sunnah. Allah berfirman dalam surat Al-Hadiid; 16 yang artinya: “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan diantara mereka adalah orang-orang yang fasik.”

Handzalah Radhiallaahu ‘anhu pernah ditanya oleh Rasulullah, “Bagaimana kabarmu ?” Handzalah menjawab,”….Wahai Rasulullah apabila kami di majelismu sepertinya kami melihat surga dan neraka dengan mata kepala sendiri, tapi bila kami kembali ke rumah, kami terlalaikan oleh keluarga dan urusan dunia kami,…..” Hadist ini sangat jelas menerangkan bahwa menghadiri majelis ilmu adalah penambah iman dan benteng bagi diri kita dari kesesatan.

Oleh karena itu, marilah kita tambah iman kita dengan menghadiri majelis ‘ilmu dengan ikhlash, dengan harapan mudah-mudahan akan menambah iman dan membentengi diri kita dari kesesatan.

Wallahul musta'an wa 'a'lamu bishowab..

wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakaatuh

~=<( Abu Fauzan Muhammad Ihsan Ghifari )>=~

Thursday, July 07, 2005

Senja di warnet..........

Kubereskan meja kerja ku saat adzan telah menggema, semuanya harus kelihatan rapi disaat aku tinggalkan untuk sholat maghrib, kalau tidak aku takut akan dibereskan temen-temenku, dan kertas-kerats coretanku pun akan punya rumah baru di tong sampah.

Alhamdulillah teman-temanku selalu siap sedia menggantikanku disaat aku akan menunai kewajibanku sebagai seorang muslim. Meski kadang aku merasa begitu sedih, diwaktu adzan berkumandang seperti ini masih saja user-user warnet berdatangan. Bukannya aku tidak bersyukur atas rejeki yang diberikan Allah kepada kami dengan ramainya pelanggan, hanya saja aku merasa seakan-akan kami menyediakan tempat untuk orang melupakan Allah. Terbersit rasa bersalah yang sangat dalam dihati. Namun apa yang harus kulakan ?? menutup warnet adalah hal yang tak mungkin kulakukan.

Sejenak sebelum kulangkahkan kaki menuju kamar mandi untuk berwudhu aku palingkan wajahku menatap ruang warnet, komputer yang tersedia sudah terisi semua, namun kulihat mereka semua sibuk dan terhanyut dalam konsentrasinya menatap layar komputer. Ingatkah mereka ini waktunya Magrib, dengarkah mereka panggilan adzan yang baru saja berkumandang ?? padahal sengaja kumatikan musik yang selalu mengalun dari speaker komputerku.... Ya Robb maafkanlah hambaMu, hanya ini yang dapat kulakukan namun tampaknya juga tak berarti apa-apa.

"Sorry ngganggu, boleh nanya nggak ?" seorang pemuda berdiri didepanku mengahalangi langkahku saat akan kembali kemeja kerja operator.

" Iya, kenapa ?" jawabku

"Ruang sholatnya dimana ya ?" sejenak aku terdiam melihatnya. Kaos oblong dibalut jaket, dengan celana jeans yang robek dibagian lututnya khas dandanan mahasiswa bandel membuatku bengong sendiri.

" Itu, diatas mas, kalo tempat wudhunya disana " jawabku sambil menunjuk arah kamar mandi.

" OK thanx ya" katanya seraya mengangkat ransel dan berlalu.

Uh.......... kertas kwarto nya pake habis segala lagi. aku memasuki ruang penyimpanan barang-barang yaitu ruang yang biasa kami gunakan untuk sholat.

Ha ................................. setengah kaget aku memalingkan wajahku, menatap sosok yang saat ini tengah rukuk dengan khidmatnya. Pemuda dengan dandanan yang abrek-abrekkan tadi menjelma menjadi sosok pemuda dengan ciri keIslaman yang menonjol. Baju koko, sarung dan kopiah menutupi kepalanya. Kulirik ranselnya, yang lengkap dengan baju kumal yang tadi di kenakan nya.

Subhanallah...... beginikah jika seseorang telah menemukan cinta Allah. Tak peduli dia datang ketempat apa, dengan dandanan apa atau dengan siapa dia datang, ketika menemui kekasih abadinya dia menjelma menjadi muslim sejati. Aku melangkah menuruni tangga menuju meja kerjaku, dengan sejuta perasaan bahagia.
Pertanyaan yang sangat aku dambakan akhirnya ku dengar juga. " Ruang sholatnya dimana ya ?"

Trimakasih Ya Allah, paling tidak aku tau diantara seabrek orang yang disini ada dia yang mencintaiMu dengan caranya sendiri

aku mulai ragu dengan keberanianku
berapa cinta kau tawarkan
berapa banyak yang kau minta

aku merasa terjebak
dalam lingkaran membiusku
namun dorongan jiwa tak sanggup ku tahan

iblis manakah yang merasuk
aku memilih cara ini ?
mungkin karena ku merasa tak punya apa-apa

aku mulai sadar,
cinta tak mungkin ku kejar,
akan kutunggu, harus kutunggu
sampai saat giliranku.....