.:: Sederhana bukan berarti tidak sempurna ::.: Untukmu, Ibu......

Saturday, April 02, 2005

Untukmu, Ibu......

Saya mencoba menulis beberapa baris berikut ini untuk setiap ibu yang telah ridho Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya dan Muhammad shallallahu alaihi wassalam sebagai nabinya.

Saya menulisnya dari hati seorang anak yang saat-saat ini sedang merenungi firman Allah:
“ Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ Ah” , janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: “ Wahai Tuhanku, kasihilah mereka berdua, sebagaimana mereka mendidik aku waktu kecil.” (Al Isra’ : 23-24) .
”Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua ibu bapaknya, Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada Ku dan kedua ibu bapakmu”. (Luqman : 14)

Saya menulis baris-baris ini kepada orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku.
Dari Abu Hurairah radiallahu anhu berkata :” Seseorang datang kepada Rasulullah shallallahu ‘ alaihi wassalam dan bertanya :” Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak mendapatkan perlakuan baik dariku ? “ Beliau menjawab :” Ibumu” . Tanyanya lagi : “ Kemudian siapa?” Beliau menjawab :” Ibumu” . Tanyanya lagi : “ Kemudian siapa?” Beliau menjawab : “ Ibumu” . Kemudian Tanya lagi :” Kemudian siapa?” Beliau menjawab : “ Bapakmu” (Muttafaqun Alaih).

Wahai ibuku, bagaimanakah saya harus mengungkapkan perasaan yang terpendam dalam hati ini ? Tak ada ungkapan yang lebih benar, yang saya dapatkan, kecuali firman Allah : “ Wahai Tuhanku, kasihilah mereka berdua, sebagaimana mereka mendidik aku waktu kecil. “ Wahai ibuku, jadilah seorang mukminah yang beriman kepada Allah dan para Rasulnya. Hendaklah ibu mempersiapkan diri dengan bekal takwa kepada Allah. Perhatikanlah Allah setiap saat, baik ibu dalam keadaan sembunyi maupun terang-terangan. “ Sesungguhnya bagi Allah tidak ada satupun yang tersembunyi di bumi dan tidak pula dilangit.” (Ali Imran : 5).

Wahai ibuku, engkau telah jadi suri teladan yang baik untuk anak-anakmu. Maka berhati-hatilah jangan sampai mereka melihat ibu melakukan perbuatan yang menyimpang dari perintah Allah dan Rasul-Nya, karena anak-anak biasanya banyak terpengaruh oleh ibunya.

Wahai ibuku, semoga Allah menjaga ibu dari segala kejahatan dan kejelekan, agar ibu memperhatikan pendidikan kuncup-kuncup mekar dari anak-anak ibu dengan pendidikan islam, karena mereka merupakan amanat dan tanggung jawab yang besar bagi ibu, peliharalah mereka dan berilah hak pembinaan terhadapnya.

Wahai ibuku,
rumah ibu merupakan contoh yang ideal dan benar bagi rumah keluarga muslim, tidak terlihat didalamnya suatu yang diharamkan dan tidak pula terdengar suatu kemungkaran, sehingga anak-anak dapat tumbuh dengan keimanan, mempunyai akhlak yang baik, dan jauh dari setiap tingkah laku yang tidak baik.

Wahai ibuku, do’ a kepada Allah SWT merupakan senjata bagi ibu dalam mengarungi kehidupan ini, dan bergembiralah dengan akan datangnya kebaikan, karena Allah telah menjanjikan kita dengan firman-Nya : “ Dan Tuhanmu berfirman: “ Berdoa’ alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (Al Mu’ min : 60).

Kepada Allah aku mohonkan agar menjaga ibu dengan penjagaan Nya, memelihara ibu dengan pemeliharaan Nya, membahagiakan ibu didunia dan akhirat, dan mengumpulkan kita, dan seluruh kaum muslimin dan muslimat didalam jannah Nya yang nikmat. Sesungguhnya Allah Maha Dekat, Maha Mengabulkan dan Maha Mendengar do’ a.

-----------
Aku, anak yang belum sempat membahagiakanmu...

1 Comments:

At 9:04 AM, Blogger Wita said...

amin ya robbal alamin........

membacanya dengan derai air mata, subhanallah...sungguh untaian kata yang menguras perasaan.

bunda, kadang sulit sekali lidah ini untuk mengucap "aku sayang kamu" tapi dengan bijak yang kau miliki, kau pasti tau, betapa aku sayang kamu.....
tak akan pernah cukup waktu untuk membalas setiap bahagia yang kau hadirkan karenamu....aku cuma bisa berdoa, semoga Allah senantiasa memberikan kebahagiaan dunia akhirat untukmu

tak akan pernah sebanding air mata tertumpah karena dosaku padamu.....tapi aku tau, kau telah memaafkanku tanpa kuminta.
kumohonkan pula kepada Allah untuk mengampuni semua dosa2mu

bunda....aku sayang bunda....kini, nanti dan selamanya.......


ghif....
semoga pasti almarhumah ibu bangga dan tersenyum melihat anaknya kini, ibu tak akan meminta apapun darimu.....cukup doa dan amal shalih, semoga Allah menerima almarhumah ibu disisi-Nya dan melipat gandakan amal shalihnya
amiin...

 

Post a Comment

Links to this post:

Create a Link

<< Home